Loura, Lapanenam.com – Polemik biaya pendaftaran Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gentaskin di Universitas Katolik (Unika) Weetebula mencuat. Sejumlah mahasiswa mempertanyakan transparansi penggunaan biaya pendaftaran sebesar Rp1 juta per mahasiswa yang dibebankan kepada peserta program tersebut.
Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tambolaka, Dominggus Ghoghi, yang juga merupakan peserta KKNT Gentaskin, meminta pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) KKN Unika Weetebula memberikan penjelasan terkait penggunaan dana tersebut.
“Saya mempertanyakan transparansi dari uang pendaftaran yang diminta pihak kampus kepada mahasiswa yang hendak mengikuti KKNT Gentaskin. Biaya pendaftaran Rp1 juta per mahasiswa dengan kuota 200 orang mahasiswa, namun sampai saat ini kampus belum memberikan penjelasan resmi kepada mahasiswa soal penggunaan uang tersebut,” kata Dominggus.
Menurutnya, dengan jumlah peserta sekitar 200 mahasiswa, total biaya pendaftaran yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Sebagai pembanding, Dominggus menyebut berdasarkan informasi yang diperolehnya dari mahasiswa di kampus lain, peserta KKNT Gentaskin tidak dibebankan biaya pendaftaran.
“Saya mendapatkan penjelasan dari teman-teman yang berasal dari kampus lain, kata mereka, tidak diminta uang pendaftaran oleh pihak kampus. Bahkan, ada kampus yang kembalikan uang mahasiswa karena sebelumnya mereka daftar KKN reguler. Tetapi karena sudah lolos KKNT Gentaskin akhirnya pihak kampus kembalikan,” jelasnya.
Ia kemudian mencontohkan mahasiswa dari Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang, menurutnya, tidak dikenakan biaya pendaftaran KKNT Gentaskin.
“Ada kawan saya yang dari kampus lain seperti di Unkriswina dan Undana Kupang mereka tidak diminta biaya pendaftaran dan yang sudah bayar dikembalikan karena KKNT Gentaskin ini sifatnya gratis dari LLDIKTI,” lanjut Dominggus.
Dominggus juga mengaku telah mempertanyakan persoalan tersebut melalui grup WhatsApp KKNT Gentaskin, namun belum memperoleh penjelasan yang dianggap memadai dari pihak UPT KKN Unika Weetebula.
“Ketika saya tanyakan ke WA grup KKN Gentaskin tidak ada jawaban jelas dari pihak UPT KKN Unika Weetebula. Mereka berdalih kalau uang tersebut diperuntukkan untuk konsumsi saat pembekalan, tetapi nyatanya kami tidak dikasih konsumsi,” katanya.
Ia berharap pihak kampus segera memberikan penjelasan mengenai penggunaan dana tersebut. Jika tidak ada kejelasan, ia meminta agar uang pendaftaran dikembalikan kepada mahasiswa.
“Saya membutuhkan kejelasan penggunaan uang tersebut. Tetapi tidak ada jawaban jelas. Kalau uang tersebut tidak jelas penggunaannya saya berharap kampus kembalikan kepada mahasiswa. Supaya ini bukan menjadi preseden buruk dalam sejarah Unika Weetebula,” ujar Dominggus.
Dominggus juga mengaku terpaksa meminjam uang dengan bunga sebesar 15 persen untuk membayar biaya pendaftaran KKNT Gentaskin.
“Saya mendaftar KKNT Gentaskin pakai uang bunga dengan 15 persen dari orang karena mau KKN. Namun, faktanya KKNT Gentaskin ini sebenarnya tidak membutuhkan biaya. Apalagi saat pembekalan tidak ada konsumsi maupun snack yang diberikan kepada kami. Kemudian, kalau itu hanya uang transportasi ke lokasi KKN bukan sebanyak itu yang kampus minta,” tambahnya.
Selain itu, ia mempertanyakan tidak adanya fasilitas berupa baju KKN yang diberikan kepada mahasiswa peserta.
“Kami tidak ada lagi baju KKN yang dikasih, maka uang itu ke mana arahnya,” tutup Dominggus.
Hingga berita ini diturunkan, Lapan enam.com telah berupaya mengonfirmasi Rektor Unika Weetebula pada Senin (13/7/2026). Namun, belum memperoleh tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp telah terbaca (centang dua), tetapi belum mendapat balasan.***
