Hukrim  

Mahasiswa di SBD, diduga meninggal dunia di tembak temannya sendiri menggunakan senapan angin

Gambar ilustrasi: mahasiswa semester akhir kampus unmaris tewas di tembak temanya (Lapanenam.com/Kobus Tena

Tambolaka, Lapanenam.com – Kematian inisial M.M.K., 24 tahun, mahasiswa semester akhir Universitas Stella Maris Sumba Barat Daya, menjadi perhatian publik di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Korban meninggal dunia setelah terkena tembakan senapan angin yang diduga dilakukan temannya sendiri, A.B.K., 20 tahun.

Peristiwa itu terjadi di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 Wita.

M.M.K. diketahui merupakan anggota LMID (Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi) Eksekutif Sumba Barat Daya. Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan, insiden tersebut bermula ketika korban diduga meminta pelaku menembaknya dalam suasana bercanda.

Namun, pelaku disebut langsung mengokang senapan angin dan menembak ke arah dada kanan korban. Tembakan itu menyebabkan korban mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasus tersebut memicu perhatian masyarakat dan menimbulkan berbagai pertanyaan terkait kronologi kejadian.

Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus itu secara menyeluruh, termasuk menelusuri motif kejadian dan kepemilikan senapan angin yang digunakan.

Desakan agar proses penanganan perkara dilakukan secara terbuka juga terus menguat di tengah masyarakat untuk menghindari munculnya spekulasi berkepanjangan.

Hingga berita ini layangkan, Lapanenam.com masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian polres SBD.***