Mataram, Lapanenam.com – IBK Mart, pasar online yang digagas GPIB Jemaat Immanuel Bung Karno Mataram, menargetkan diri menjadi platform marketplace terkemuka seperti Tokopedia, Lazada, dan Shopee. Saat ini fondasi pengembangan platform tersebut mulai dibangun dengan menghimpun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai mitra usaha.
Konsultan Pengembangan IBK Mart, Ni Made Dewi Puriastuti, mengatakan untuk tahap awal pihaknya memberikan ruang bagi pelaku UMKM di lingkungan jemaat GPIB Immanuel Bung Karno Mataram untuk menjadi tenant atau mitra.
“Visi ke depan IBK Mart ini akan menjadi pasar online yang dikelola seperti halnya Tokopedia, Lazada, dan Shopee,” kata Dewi di sela-sela Grand Launching IBK Mart di halaman Gereja GPIB Immanuel Bung Karno Mataram, Senin (1/6/2026).
Saat ini, lanjut Dewi, sistem transaksi masih dilakukan melalui WhatsApp Group. Konsumen memesan barang atau jasa melalui nomor admin, kemudian pesanan diproses oleh tim IBK Mart dan diteruskan kepada UMKM yang menyediakan barang atau jasa tersebut.
“Kedepan kita akan punya platform digital sendiri. Sewa perangkatnya mahal, jadi sementara masih berbasis WA Group,” ujarnya.
Meski masih dalam tahap awal, IBK Mart menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan. Selama 22 hari masa uji coba sebelum resmi diluncurkan, omzet penjualan mencapai sekitar Rp4 juta per hari.
“Itu baru dari lima tenant UMKM yang aktif,” ungkap Dewi.
Menurutnya, salah satu permintaan terbesar dari pelanggan adalah kebutuhan dapur, terutama sayuran. Namun hingga saat ini belum ada mitra UMKM yang menyediakan komoditas tersebut.
“Akhirnya admin harus turun sendiri ke pasar untuk memenuhi pesanan pelanggan,” katanya.
Karena itu, ia mengajak warga jemaat untuk melihat peluang usaha tersebut dengan membuka usaha penyedia sayuran yang dinilai memiliki potensi pasar cukup besar.
Selain kebutuhan pokok, IBK Mart juga membuka peluang bagi pelaku usaha jasa untuk bergabung. Berbagai layanan seperti pemasangan listrik, pertukangan, servis AC, jasa las, perbengkelan, tata rias, salon kecantikan hingga layanan kebugaran telah tersedia. Ke depan, IBK Mart juga menargetkan menyediakan berbagai kebutuhan lain mulai dari produk fashion, makanan, kecantikan hingga perlengkapan rumah tangga.
Ketua IV Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Immanuel Bung Karno Mataram, Pnt. Atus Doen, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pelayanan Pembangunan Ekonomi Gereja (PEG) yang bertujuan memberdayakan ekonomi warga jemaat.
“Pelayanan ini berakar pada teologi ekonomi GPIB yang memandang aktivitas ekonomi sebagai bagian sah dari panggilan iman untuk mengelola berkat Tuhan secara transparan dan berdampak sosial,” jelasnya.
Menurut Atus, dalam Program Kerja dan Anggaran Tahun 2026-2027, IBK Mart ditetapkan sebagai salah satu program strategis untuk membantu UMKM jemaat memasarkan produknya sekaligus memudahkan warga memperoleh kebutuhan pokok dan jasa.
“Hari ini menjadi hari yang sangat bersejarah bagi GPIB Immanuel Bung Karno Mataram karena bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Atas kerja sama Komisi PEG dan Tim Pengembangan IBK Mart, grand launching dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan pihak gereja juga sedang mempersiapkan pengembangan unit usaha berupa toko offline, kantin, dan berbagai usaha lainnya.
“Ayo, mari belanja sambil menjadi berkat,” katanya.
Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Bung Karno Mataram, Pdt. Miss Pelletimu Sono Bogar, mengapresiasi kerja keras tim manajemen yang telah mempersiapkan pasar online dan offline tersebut.
“Semoga pasar ini tumbuh dan besar sehingga menjadi berkat bagi seluruh warga jemaat dan masyarakat,” ujarnya.
Pdt. Miss diketahui merupakan inisiator berdirinya IBK Mart. Bersama jajaran PHMJ dan para majelis, dibentuk tim teknis yang dipimpin Ni Made Dewi Puriastuti sebagai konsultan pengembangan.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPIB WR Supratman Mataram, Pdt. Radius A. Jonar, mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi dan profesionalisme dalam pengelolaan usaha agar dapat berkelanjutan.
“Yang perlu dijaga adalah konsistensi, manajemen yang profesional dan berkelanjutan. Ada jemaat di tempat lain yang memulai usaha serupa namun bubar karena unsur manajemen dan pemimpin tidak konsisten,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan program ekonomi jemaat sangat bergantung pada dukungan berkelanjutan dari pimpinan gereja.
“Paling penting KMJ, PHMJ dan semua majelis harus berpihak pada pengembangan ekonomi jemaat,” tegasnya.
Grand launching IBK Mart ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Bung Karno Mataram, Pdt. Miss Pelletimu Sono Bogar, didampingi para pendeta dan jajaran PHMJ. Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan senam bersama, hiburan, serta bazar produk UMKM yang mendapat antusiasme tinggi dari warga jemaat dan masyarakat.***
