News  

GMNI Cabang Sikka, BEM IFTK Ledalero dan perwakilan 10 Suku Romanduru Gelar Aksi di Maumere, Soroti Putusan 10 Tahun Kasus Pembunuhan Siswa SMP

Massa GMNI Sikka, BEM IFTK Ledalero, dan 10 suku Romanduru berunjuk rasa di Maumere, menyoroti putusan 10 tahun kasus pembunuhan siswa SMP serta meminta kejelasan barang bukti yang belum ditemukan. (foto/wacana indonesia)

Maumere, Lapanenam.com – Puluhan massa yang tergabung dalam GMNI Cabang Sikka, BEM IFTK Ledalero, dan perwakilan 10 suku Romanduru menggelar aksi unjuk rasa di Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis, 21 Mei 2026.

Massa aksi memprotes putusan Pengadilan Negeri Maumere terhadap Fransiskus Rofinus Gewar alias FRG, terdakwa anak dalam kasus pembunuhan siswi SMP asal Desa Rubit berinisial Noni.

Tak hanya itu, Massa aksi menilai vonis 10 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban. Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengusut sejumlah hal yang dinilai belum terungkap dalam perkara tersebut.

keluarga korban meminta kepolisian segera menghadirkan barang bukti yang hingga kini belum ditemukan, termasuk pakaian milik korban yang dianggap berkaitan dengan proses pengungkapan kasus.

Aksi dimulai dari kawasan Patung Selamat Datang Maumere. Massa kemudian bergerak menuju Kantor Pengadilan Negeri Maumere sambil menyampaikan orasi dan melakukan ritual adat sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga korban.

Setelah itu, demonstrasi dilanjutkan ke Polres Sikka. Massa meminta kepolisian menuntaskan penanganan perkara secara menyeluruh dan transparan.***