Ziarah Iman ke Tanah Suci, Ibu Juliana De Jesus Kenang Pengalaman Spiritual di Mesir, Yordania, dan Israel

Ibu Juliana De Jesus bersama rombongan umat Katolik dari berbagai daerah di Indonesia saat menjalani ziarah iman di Tanah Suci Israel, didampingi Romo Stef Tamo Ama dari Paroki Ande Ate, tahun 2024. Foto: WhatsApp/Lapanenam.com

Kupang, Lapanenam.com – Salah satu umat Katolik dari Paroki Santo Matius Rasul Tofa, Kota Kupang, Ibu Juliana De Jesus, mengikuti perjalanan ziarah iman menuju Tanah Suci Israel bersama rombongan umat Katolik dari berbagai daerah di Indonesia pada 29 Februari 2024.

Dalam perjalanan religi tersebut, rombongan didampingi Romo Stef Tamo Ama asal Pulau Sumba yang kini melayani sebagai Pastor Paroki Ande Ate. Selama perjalanan, Romo Stef berperan sebagai pembina spiritual rohani saat rombongan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah dalam tradisi iman Katolik.

“Kami bersama-sama dengan Romo Stef Tamo Ama, sekarang dia Pastor Paroki Ande Ate,” kata Ibu Juliana, ibu dari empat orang anak itu.

Perjalanan ziarah tersebut berlangsung selama dua minggu dengan tujuan kunjungan ke Mesir, Yordania, dan Israel. Ketiga negara itu dikenal memiliki keterkaitan erat dengan kisah-kisah dalam Alkitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru bagi umat Kristen Katolik Roma.

“Kami kesana selama 2 minggu, mengunjungi negara Mesir, Yordania, dan Israel yang ada dicerita Alkitab,” ujar Ibu Juliana yang juga istri dari almarhum Pak Malo.

Di Mesir, rombongan menelusuri sejumlah tempat yang berkaitan dengan perjalanan Nabi Musa, termasuk Gunung Sinai yang diyakini sebagai lokasi diterimanya 10 Perintah Allah. Mereka juga mengunjungi lokasi-lokasi yang berkaitan dengan kisah Nabi Ishak, Yakub, hingga Laut Merah.

“Di Mesir itu ada dalam kitab Keluaran Perjanjian Lama, kami disana mengunjungi Gunung Sinai yang Nabi Musa menerima mujizat 10 Perintah Allah. Itu tempat-tempat cerita Nabi Musa, Izak, dan Yakub hingga Laut Merah,” terang Ibu Juliana De Jesus.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Yordania. Di negara tersebut, rombongan diperlihatkan jejak perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Terjanji, termasuk Gunung Nebo yang dipercaya sebagai tempat wafatnya Nabi Musa.

“Kalau Yordania itu Musa pung tempat jalan selama ratusan tahun menuju tana terjanji ke Israel, dan Musa juga mati di Gunung Nebo di Jordania,” tandasnya.

Puncak perjalanan berlangsung saat rombongan tiba di Israel yang disebut dalam Alkitab sebagai Tanah Perjanjian sekaligus tempat kelahiran Yesus Kristus. Rombongan mengunjungi sejumlah lokasi penting seperti Betlehem di Yerusalem, Kafernaun, Danau Galilea, hingga Taman Getsemani.

Mereka juga menaiki kapal di Danau Galilea yang diyakini berkaitan dengan kisah mukjizat penangkapan ikan oleh Simon Petrus setelah diperintahkan Yesus untuk menebar jala di tengah danau.

“Untuk Israel kami mengunjungi Betlehem di Yerusalem, Kafernaun dan kapal yang di Danau Galilea kami masih naik, Taman Getsemani,” ungkapnya.

Bagi Ibu Juliana De Jesus, pengalaman paling membekas dalam perjalanan tersebut adalah ketika menyaksikan langsung tempat kelahiran Yesus Kristus dan lokasi penangkapan-Nya. Ia mengaku tak kuasa menahan air mata saat merefleksikan perjalanan iman di tempat-tempat suci itu.

“Bagi saya yang paling berkesan sampai buat saya menangis itu, tempat lahir dan pada saat ditangkap terlalu sedih itu saya menangis, itu orang banyak sekali,” tutupnya.***

 

Penulis: Rivon Lubi

Editor: Lapanenam